Perumda Air Minum Tirta Taka Paparkan Rencana Bisnis 2025-2029
NUNUKAN — Perumda Air Minum Tirta Taka Kab Nunukan menggelar rapat untuk presentasi rencana bisnis tahun 2025-2029.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Dewan Pengawas yang juga Sekda Kab Nunukan, Serfianus. Hadir pula sejumlah kepala OPD terkait di Kantor Perumda Air Minum Tirta Taka Kab Nunukan.




Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka, Masdi bersama tim menyampaikan langsung sejumlah rencana kerja dan bisnus yang menjadi targetnya pada 2025-2029.
Direktur Masdi menjelaskan jika Perumda Air Minum Tirta Taka Kab. Nunukan adalah perusahaan yang bertanggung jawab untuk menyediakan air minum kepada masyarakat di Kabupaten Nunukan.
Sebagai perusahaan milik daerah, Perumda Air Minum Tirta Taka Kab. Nunukan memiliki peran penting dalam memastikan akses air minum yang aman dan berkualitas bagi pelanggan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Perumda Air Minum Tirta Taka Kab. Nunukan telah menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan operasionalnya. Salah satu tantangan utama adalah persediaan air baku yang terbatas .
Hal ini berdampak pada pengurangan pendapatan dan mengakibatkan kesulitan dalam membiayai operasional dan pemeliharaan infrastruktur, serta memicu peningkatan tunggakan pembayaran dari pelanggan.
“Untuk mengatasi tantangan ini, Perumda Air Minum Tirta Taka Kab. Nunukan telah mengambil beberapa langkah tindakan strategis. Pertama, PERUMDA Air Minum Tirta Taka Kab. Nunukan telah melakukan kampanye promosi dan edukasi kepada pelanggan dan masyarakat tentang pentingnya penggunaan air yang bijak,” ungkapnya.
Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Taka Kab. Nunukan juga meningkatkan kualitas layanan dan memperkenalkan inovasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, pihaknya telah menetapkan kebijakan tarif yang tepat dan melakukan pemantauan secara rutin terhadap penerimaan pendapatan.
“Namun demikian, kami juga menghadapi risiko biaya operasional yang tinggi. Kenaikan biaya bahan baku, energi, suku cadang, atau tenaga kerja dapat meningkatkan beban keuangan,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan analisis dan perencanaan anggaran yang cermat untuk mengelola biaya operasional. Selain itu, juga mencari efisiensi operasional dan kesempatan penghematan, seperti melalui peningkatan efisiensi energi, pengelolaan inventaris yang optimal, dan penggunaan teknologi yang tepat.
Selain tantangan pendapatan yang rendah dan biaya operasional tinggi, Perumda Air Minum Tirta Taka juga perlu mengelola risiko keuangan lainnya, seperti kecurangan atau penyimpangan keuangan, serta ketidakstabilan ekonomi atau kondisi pasar yang kurang kondusif.
“Kami telah mengambil langkah-langkah pengendalian yang tepat dalam menghadapi risiko ini, seperti pengelolaan keuangan yang hati-hati, pemantauan arus kas yang cermat, audit internal dan eksternal secara teratur, serta mendorong transparansi, akuntabilitas, dan etika kerja yang tinggi di seluruh organisasi,” tegasnya.
Dalam menghadapi tantangan ini, kami juga perlu memperhatikan perkembangan ekonomi dan kebijakan yang relevan, serta mengembangkan strategi diversifikasi pendapatan dan fleksibilitas keuangan.
Dengan mengambil langkah-langkah ini, Perumda Air Minum Tirta Taka Kab. Nunukan dapat meningkatkan kinerja keuangan, memastikan keberlanjutan operasional, dan memberikan layanan air minum yang berkualitas kepada masyarakat.
Namun demikian, penting untuk terus melakukan evaluasi risiko dan penyesuaian strategi pengendalian sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Kami juga perlu melibatkan profesional keuangan yang berpengalaman guna mendukung pengelolaan keuangan yang efektif dan berkelanjutan.

